Selasa, 15 Maret 2016

Menari Demi Recehan, Bukan Belas Kasihan



"Lebih baik saya menari memberikan pertunjukan budaya, dari pada saya meminta-minta belas kasihan para pengendara berhenti di lampu lalu lintas".

Beliau bukan musisi, melainkan penari yang menggelar pertunjukan di salah satu perempatan, di jalan Lingkar Ambarawa, Semarang. Hiburan disajikan disaat kendaraan berhenti di tempat tersebut.

"Kami bukan pengemis, juga bukan peminta-minta. Kami hanya pencari uang receh untuk menyambung hidup keluarga kami. Menari di bawah terik matahari sudah menjadi resiko kami".




Bersama teman yang memainkan alat musik, beliau mempertunjukan tarian budaya tradisional. Bukan hanya menari tanpa makna. Usia beliau memang sudah lanjut usia. Tetapi semangat untuk mencari nafkah tidak kalah dengan orang muda.

Melihat peristiwa ini, saya teringat sebuah ungkapan " jangan menilai buku hanya dari sampulnya ". Jangan pernah melihat orang dari tampilan, tetapi lihatlah semangatnya.


#humaninterent
#RidetographyIndonesia
#SebatasSukaBerkendara

Selasa, 02 Februari 2016

Welcome to Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Desa Wisata Memberikan kesejukan Hati


Cerita saya berawal dari seorang sahabat sebut saja Ipank ( panggilan akrab ) yang mengajak saya untuk riding ke tempat yang bernama Dieng. Dieng adalah sebuah kawasan di kota Wonosobo, Jawa Tengah yang sudah terkenal dalam maupun luar negeri. Dan perjalanan saya di mulai dari kota Semarang, daerah sampangan lebih tepatnya pukul 22.10 WIB. Menuju Wonosobo melalui jalur bandungan dan melewati jalanan sepi dan gelap.

Sesampainya di alun-alun Wonosobo pukul 00.20 WIB kami mencari warung-warung yang masih buka, dan ternyata di sekitaran alun-alun masih ada angkringan yang buka. Angkringan itu di jaga oleh sepasang suami istri yang sekitar usia 40 tahun lebih. Kami memesan kopi panas dan beberapa gorengan agar kami tidak kedinginan.

" Dari mana mas ?? " kata ibu-ibu penjaga angkringan, " dari pati, jawa tengah bu .. "
" Tujuan mau kemana ?? " kata suami, " mau ke dieng pak ... apa masih jauh pak ??
" Masih lumayan mas, lebih baik cari tempat istirahat saja kalo mau ke dieng, nanti pagi hari baru jalan lagi " jawab beliau,
" Iya bu .. terima kasih informasinya" , " sama-sama mas " kata ibu tersebut sambil tersenyum.

Pagi hari telah tiba, kami siap melanjutkan perjalanan setelah beristirahat di sebuah SPBU dan menunggu mengisi BBM. Perjalanan menuju dieng di sambut sunrise yang sungguh indah. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, kami berhenti sejenak di sekitar gapura yang bertuliskan " Kawasan Dieng Plateau ". Dan tempat tersebut sudah berubah, karena tahun 2014 bulan desember saya berhenti di tempat tersebut belum ada apa-apa. Dan kami kembali ke tempat tersebut tahun 2015 bulan agustus sudah berubah. Sudah ada tempat REST AREA dan warung-warung yang di buat oleh warga sekitar.

Dan sampailah kami di Dieng, Desa Wisata yang memberikan kesejukan alam yang masih asri. Kami mencari warung-warung di sekitar Candi Arjuna, dan memesan teh yang mempunyai rasa ciri khas dieng dan juga mie instan. Setelah lama beristirahat dan bercakap bersama pemilik warung, kami melanjutkan perjalanan menuju kawah Sikidang. Saya hanya berhenti di parkiran dan sahabat saya masuk ke daerah kawah Sikidang karena saya tidak tahan bau belerang yang sangat tajam.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Desa Tertinggi di Pulau Jawa, Sembungan Villlage menuju telaga Cebong dan Sikunir. Setelah sampai ternyata masih sepi, ternyata kami lupa kalo hari itu hari senin, dan masih terlalu pagi. Tetapi ada yang mendirikan tenda-tenda di sekitar telaga Cebong. Perjalanan kami terhenti sejenak menikmati keindahan alam di sekitar telaga Cebong. Waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 WIB, dan waktunya kami kembali ke kota kami dan kembali beraktifitas.

------
Masih Penasaran ? Yuk tonton video nya di Youtube atau bisa klik di bawah ini :


#salamjepret
#RidetographyIndonesia
#explorewonosobo
#explorejawatengah

Rabu, 27 Januari 2016

Menanti Matahari Terbenam, Menyongsong Indahnya Alam.


Pantura atau Pantai Utara adalah tempat atau spot yang menurut saya sungguh menyenangkan. Kenapa menyenangkan ? Karena kita bisa melihat langsung lautan lepas laut jawa ini, dan terkadang ada perahu-perahu nelayan yang suka melintas. Niat saya ke sini untuk mengabadikan sunsetatau matahari terbenam, namun cuaca sedang tidak bersahabat. Mendung menutupi keindahan sunset tersebut.
Lokasi bertempat di Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Ini memberikan panorama keindahan lautan yang menawan. Sewaktu saya sedang berfoto ria, di belakang saya tiba-tiba ada mobil berplat nomer " B " berhenti.Terlihat bapak-bapak keluar mobil dan melihat saya, namun saya masih berfokus mencari view, tiba-tiba beliau mengeluarkan smartphone nya dan ber " seflie " ria. Saya hanya bisa terdiam melihat beliau sedang sibuk dengan \ smartphone nya. Memang tempat tersebut menurut saya cukup menawan untuk ber " selfie " dengan background lautan, namun harus tetap berhati-hati.
#RidetographyIndonesia
#RideForFun

Selasa, 12 Januari 2016

Gathering 1st Ridetography Indonesia



Berlokasi di Tawangmangu , Jawatengah
On March !

Dan di dukung oleh :
- RISE INDONESIA
- ADVENTURIDERS INDONESIA
- RECON INDONESIA
- ONE HORIZON ADVENTURE
- RECOVERIDEA

* berkendara
* mendokumentasikan
* menulis
* share

COMING SOON..

Mendokumentasikan saat kita berkendara memang penting, tetapi ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu SHARE atau berbagi, berbagi pengalaman-pengalaman saat berkendara dan saling sharing ke teman, kerabat, sahabat maupun ke keluarga.

See you next time di Gathering 1st Ridetography Indonesia on March.

Salam Jepret
Ride, Click, Share
Ridetography Indonesia

Senin, 11 Januari 2016

Waduk Seloromo atau Waduk Gembong, Gembong, Pati, Jawa Tengah





Waduk Seloromo adalah sebuah waduk yang terletak di lereng sebelah timur gunung Muria. Secara administratif, waduk ini terdapat di kecamatan Gembong kabupaten Pati provinsi Jawa Tengah, Indonesia.Waduk ini pertama kali dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda pada sekitar tahun 1930. Di sebelah barat waduk ini juga terdapat waduk Gunung Rowo yang merupakan salah satu penyuplai air ke waduk ini.

Waduk yang sebagian besar terletak di desa Gembong kecamatan Gembong kabupaten Pati ini, sekarang menjadi sumber pendapatan bagi desa Gembong dan sekitarnya. Selain sebagai sumber pengairan bagi lahan pertanian (sawah) di kecamatan Gembong dan kecamatan-kecamatan sekitar seperti Wedarijaksa, Juwana, Tlogowungu, dan Pati juga dipergunakan sebagai lokasi pembudidayaan ikan tawar.

Letaknya yang tepat di tengah-tengah ibukota kecamatan sehingga mudah diakses, menjadikan lokasi ini sebagai salah satu tempat wisata alternatif di kabupaten Pati.

#SalamJepret
#RidetographyIndonesia
#ExplorePati
#ExploreJawaTengah


FORT VAN DEN BOSH atau BENTENG PENDEM, Ngawi, Jawa Timur



Benteng Van den Bosch, lebih dikenal sebagai Benteng Pendem adalah sebuah benteng yang terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Benteng ini memiliki ukuran bangunan 165 m x 80 m dengan luas tanah 15 Ha. Lokasinya mudah dijangkau yakni dari Kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi +/- 1 Km arah timur laut. Letak benteng ini sangat strategis karena berada di sudut pertemuan sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Benteng ini dulu sengaja dibuat lebih rendah dari tanah sekitar yang dikelilingi oleh tanah tinggi sehingga terlihat dari luar terpendam.