"Lebih baik saya menari memberikan pertunjukan budaya, dari pada saya meminta-minta belas kasihan para pengendara berhenti di lampu lalu lintas".
Beliau bukan musisi, melainkan penari yang menggelar pertunjukan di salah satu perempatan, di jalan Lingkar Ambarawa, Semarang. Hiburan disajikan disaat kendaraan berhenti di tempat tersebut.
"Kami bukan pengemis, juga bukan peminta-minta. Kami hanya pencari uang receh untuk menyambung hidup keluarga kami. Menari di bawah terik matahari sudah menjadi resiko kami".

Bersama teman yang memainkan alat musik, beliau mempertunjukan tarian budaya tradisional. Bukan hanya menari tanpa makna. Usia beliau memang sudah lanjut usia. Tetapi semangat untuk mencari nafkah tidak kalah dengan orang muda.
Melihat peristiwa ini, saya teringat sebuah ungkapan " jangan menilai buku hanya dari sampulnya ". Jangan pernah melihat orang dari tampilan, tetapi lihatlah semangatnya.
#humaninterent
#RidetographyIndonesia
#SebatasSukaBerkendara

