Cerita saya berawal dari seorang sahabat sebut saja Ipank ( panggilan akrab ) yang mengajak saya untuk riding ke tempat yang bernama Dieng. Dieng adalah sebuah kawasan di kota Wonosobo, Jawa Tengah yang sudah terkenal dalam maupun luar negeri. Dan perjalanan saya di mulai dari kota Semarang, daerah sampangan lebih tepatnya pukul 22.10 WIB. Menuju Wonosobo melalui jalur bandungan dan melewati jalanan sepi dan gelap.
Sesampainya di alun-alun Wonosobo pukul 00.20 WIB kami mencari warung-warung yang masih buka, dan ternyata di sekitaran alun-alun masih ada angkringan yang buka. Angkringan itu di jaga oleh sepasang suami istri yang sekitar usia 40 tahun lebih. Kami memesan kopi panas dan beberapa gorengan agar kami tidak kedinginan.
" Dari mana mas ?? " kata ibu-ibu penjaga angkringan, " dari pati, jawa tengah bu .. "
" Tujuan mau kemana ?? " kata suami, " mau ke dieng pak ... apa masih jauh pak ??
" Masih lumayan mas, lebih baik cari tempat istirahat saja kalo mau ke dieng, nanti pagi hari baru jalan lagi " jawab beliau,
" Iya bu .. terima kasih informasinya" , " sama-sama mas " kata ibu tersebut sambil tersenyum.
Pagi hari telah tiba, kami siap melanjutkan perjalanan setelah beristirahat di sebuah SPBU dan menunggu mengisi BBM. Perjalanan menuju dieng di sambut sunrise yang sungguh indah. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, kami berhenti sejenak di sekitar gapura yang bertuliskan " Kawasan Dieng Plateau ". Dan tempat tersebut sudah berubah, karena tahun 2014 bulan desember saya berhenti di tempat tersebut belum ada apa-apa. Dan kami kembali ke tempat tersebut tahun 2015 bulan agustus sudah berubah. Sudah ada tempat REST AREA dan warung-warung yang di buat oleh warga sekitar.
Dan sampailah kami di Dieng, Desa Wisata yang memberikan kesejukan alam yang masih asri. Kami mencari warung-warung di sekitar Candi Arjuna, dan memesan teh yang mempunyai rasa ciri khas dieng dan juga mie instan. Setelah lama beristirahat dan bercakap bersama pemilik warung, kami melanjutkan perjalanan menuju kawah Sikidang. Saya hanya berhenti di parkiran dan sahabat saya masuk ke daerah kawah Sikidang karena saya tidak tahan bau belerang yang sangat tajam.
Kami melanjutkan perjalanan menuju Desa Tertinggi di Pulau Jawa, Sembungan Villlage menuju telaga Cebong dan Sikunir. Setelah sampai ternyata masih sepi, ternyata kami lupa kalo hari itu hari senin, dan masih terlalu pagi. Tetapi ada yang mendirikan tenda-tenda di sekitar telaga Cebong. Perjalanan kami terhenti sejenak menikmati keindahan alam di sekitar telaga Cebong. Waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 WIB, dan waktunya kami kembali ke kota kami dan kembali beraktifitas.
Sesampainya di alun-alun Wonosobo pukul 00.20 WIB kami mencari warung-warung yang masih buka, dan ternyata di sekitaran alun-alun masih ada angkringan yang buka. Angkringan itu di jaga oleh sepasang suami istri yang sekitar usia 40 tahun lebih. Kami memesan kopi panas dan beberapa gorengan agar kami tidak kedinginan.
" Dari mana mas ?? " kata ibu-ibu penjaga angkringan, " dari pati, jawa tengah bu .. "
" Tujuan mau kemana ?? " kata suami, " mau ke dieng pak ... apa masih jauh pak ??
" Masih lumayan mas, lebih baik cari tempat istirahat saja kalo mau ke dieng, nanti pagi hari baru jalan lagi " jawab beliau,
" Iya bu .. terima kasih informasinya" , " sama-sama mas " kata ibu tersebut sambil tersenyum.
Pagi hari telah tiba, kami siap melanjutkan perjalanan setelah beristirahat di sebuah SPBU dan menunggu mengisi BBM. Perjalanan menuju dieng di sambut sunrise yang sungguh indah. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, kami berhenti sejenak di sekitar gapura yang bertuliskan " Kawasan Dieng Plateau ". Dan tempat tersebut sudah berubah, karena tahun 2014 bulan desember saya berhenti di tempat tersebut belum ada apa-apa. Dan kami kembali ke tempat tersebut tahun 2015 bulan agustus sudah berubah. Sudah ada tempat REST AREA dan warung-warung yang di buat oleh warga sekitar.
Dan sampailah kami di Dieng, Desa Wisata yang memberikan kesejukan alam yang masih asri. Kami mencari warung-warung di sekitar Candi Arjuna, dan memesan teh yang mempunyai rasa ciri khas dieng dan juga mie instan. Setelah lama beristirahat dan bercakap bersama pemilik warung, kami melanjutkan perjalanan menuju kawah Sikidang. Saya hanya berhenti di parkiran dan sahabat saya masuk ke daerah kawah Sikidang karena saya tidak tahan bau belerang yang sangat tajam.
Kami melanjutkan perjalanan menuju Desa Tertinggi di Pulau Jawa, Sembungan Villlage menuju telaga Cebong dan Sikunir. Setelah sampai ternyata masih sepi, ternyata kami lupa kalo hari itu hari senin, dan masih terlalu pagi. Tetapi ada yang mendirikan tenda-tenda di sekitar telaga Cebong. Perjalanan kami terhenti sejenak menikmati keindahan alam di sekitar telaga Cebong. Waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 WIB, dan waktunya kami kembali ke kota kami dan kembali beraktifitas.
------
Masih Penasaran ? Yuk tonton video nya di Youtube atau bisa klik di bawah ini :
#salamjepret
#RidetographyIndonesia
#explorewonosobo
#explorejawatengah
